Pasangan no urut dua, Jokowi-Jk (GATRAnews/Adi Wijaya)
"Pasangan Jokowi-JK merupakan pasangan yang paling banyak diserang oleh kampanye hitam. Presentase 74,5% serangan kampanye hitam dan 25,5% kampanye negatif," ujar pendiri PoliticalWave, Jose Rizal, Senin (7/7) pagi.
Beberapa kampanye hitam yang menyerang Jokowi-JK dianalisa sebagai berikut tuduhan beragama Kristen dan keturunan Tionghoa, tuduhan komunis, tuduhan membuat surat penangguhan ke kejaksaan. Serta Capres boneka, Tidak bisa shalat, wudhu dan ngaji, didukung Yahudi/Zionis, akan menghapus sertifikasi guru dan akan menghapus raskin.
Sementara itu, pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa berdasarkan pantauan PoliticalWave, lebih banyak mendapat serangan kampanye negatif. Presentasenya 83,5%, jika dibandingkan kampanye hitam hanya sebesar 16,5%.
"Beberapa topik Kampanye hitam terhadap Prabowo-Hatta yakni Memiliki dua kewarganegaraan, tuduhan psikopat, video pemukulan di KPU, Transaksi saham palsu dan video kampret," lanjut Yose.
Yose menuturkan, banyaknya kampanye negatif dan hitam yang menyerang dua kandidat menodai pesta demokrasidi Indonesia. Pemilu dinodai oleh oknum-oknum yang menempatkan kepentingan sesaat di atas kerukunan dan stabilitas bangsa.
PoliticalWave memantau percakapan kampanye hitam dan negatif terpantau melalui enam media sosial yakni Twitter, Facebook, Blog, Forum, Online News dan Youtube. Setiap percakapan terkait kedua pasangan pilpres di media-media tersebut dicapture, dikelompokkan dan dianalisa oleh platform PoliticaWave.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar