Selasa, 08 Juli 2014


Kisah TNI kejam bakar tukang parkir Monas berujung pemecatan
Pencopotan Pratu Heri. ©2014

Pratu Heri Ardiansyah dipecat dari TNI AD. Anggota satuan Polisi Militer ini bukannya menegakkan hukum, tetapi malah berbuat kriminal.

Pratu Hery diduga menjadi beking tukang parkir liar di Monas. Dia kerap meminta jatah uangparkir liar.

Selasa (24/6) kemarin, sekitar pukul 22.00 WIB, Pratu Hery mendatangi Yusri (40), seorang tukang parkir. Rupanya uang setoran kurang sehingga Herry marah. Dia memukuli Yusri hingga babak belur. Tak cuma itu, Hery kemudian menyiram Yusri dengan bensin dalam botol yang telah dibawa.

Yusri pun dibakar hidup-hidup hingga mengalami luka bakar parah. Kasus ini cukup membuat geger Jakarta.

Polisi dan Pusat Polisi Militer bergerak cepat. Hery langsung dibekuk. Hukuman berat pun menanti tamtama TNI AD ini.

Berikut kisah TNI kejam bakar tukang parkir berujung pemecatan.                                                     2.Membakar dalam keadaan sadar                             Komandan Pusat Polisi Militer TNI Mayjen Unggul K Yudoyono mengakui kalau Pratu HR membakar juru parkir Monas, Yusri Mongedong karena masalah uang. Pratu HR marah lantaran tak diberi uang setoran.

"Ini kriminal biasa ketidakpuasan dia apa yang diminta tak diinginkan. Yang kita monitor seperti itu (minta uang)," ujar Unggul usai upacara pemecatan tidak hormat Pratu Hery.

Unggul menambahkan, saat kejadian, kondisi prajurit yang sudah 12 tahun dinas itu dalam keadaan sadar tanpa pengaruh alkohol.

"Dalam pengecekan tidak ada, dia melakukan dengan keadaan sadar," katanya.

3.
Tetap dijerat pidana

Hukuman untuk Pratu Hery bukan cuma dipecat dari dinas militer. Pratu Hery juga akan dipidana.

Dia akan tetap disidang di Mahkamah Militer. Hal itu lantaran saat membakar juru parkir, Hery masih aktif sebagai tentara.

"Kena pasalnya 351 KUHP ancaman 11 tahun pidana. Ini perbuatan anggota TNI yang tidak boleh dilakukan, inilah sanksi apalagi korban hingga mengalami luka bakar serius," kata Komandan Pusat Polisi Militer TNI Mayjen Unggul K Yudoyono.

Sementara itu Kepala Dinas Penerangan TNI AD Brigjen Andhika Perkasa menambahkan saat ini oditur militer Jakarta masih melengkapi berkas-berkas. Direncanakan dalam waktu dekat Pratu hery akan segera disidang.

"Pomdam Jaya sudah menyerahkan berkas2 pemeriksaan kepada Oditurat Militer untuk segera disidangkan pada awal bulan Juli 2014," kata Andhika.

4.
Kasad minta dihukum seberat-beratnya

Merdeka.com - Kasus penganiayaan berat yang dilakukan Pratu hery juga menjadi perhatian Kepala Staf TNI AD Jenderal Budiman. Pimpinan tertinggi angkatan darat itu meminta kasus ini diusut tuntas.

"Kepala Staf TNI AD, Jenderal TNI Budiman, segera memerintahkan Komandan Pusat Polisi Militer TNI AD untuk mengusut tuntas dan menjatuhkan hukuman yang seberat-beratnya kepada Pelaku," kata Kepala Dinas Penerangan TNI AD Brigjen Andhika Perkasa.

Komandan Pusat Polisi Militer TNI AD, melalui Polisi Militer Kodam (Pomdam) Jaya, kemudian menindak-lanjuti dengan menahan & melakukan pemeriksaan intensif terhadap Pratu Heri sejak Selasa malam (24/6).

Selain itu, Pomdam Jaya juga telah melakukan pemeriksaan terhadap beberapa saksi, termasuk AH (23) yang merupakan teman korban dan ada di tempat kejadian.

Hasil pemeriksaan Pomdam Jaya Pratu Heri dinyatakan terbukti melakukan tindak pidana penganiayaan berat, berupa penyiraman bensin (dari botol Air Mineral) ke bagian wajah dan badan korban kemudian menyulutnya dengan korek api gas sehingga membakar bagian tubuh korban yang tersiram bensin," kata Andhika.
PSG salip Manchester United

Paris Saint-Germain Terdepan Daratkan Angel Di Maria

PSG salip Manchester United                                                                                                                                         Angel Di Maria terus menjadi buruan klub-klub papan atas Eropa di bursa transfer musim panas ini.
Setelah dikabarkan Manchester United siap mendatangkan winger asal Argentina itu dari Santiago Bernabeu. Yang terbaru, Paris Saint-Germain siap menyalip posisi dari Setan Merah untuk mendatangkan Di Maria.
Uang senilai €60 juta sudah disiapkan Les Parisiens untuk mengamankan jasa Di Maria. Demikian seperti dikabarkan Sky Italia.
Pemain bernomor punggung tujuh untuk tim nasional Argentina itu mengharapkan gaji sebesar €8 juta per tahun yang membuat Real Madrid enggan mempertahankannya.
Terlebih, kini tersiar kabar bahwa Los Blancos sedang dalam perburuan bintang Kolombia yang bersinar di Piala Dunia, James Rodriguez.

Senin, 07 Juli 2014

                               
Pasangan no urut dua, Jokowi-Jk (GATRAnews/Adi Wijaya)
Jakarta, beritaku news - Kampanye hitam dan kampanye nagatif jelang pemilu 2014 terus menyerang dua pasangan peserta pilpres. Pantauan PoliticalWave Selama periode Mei-Juni 2014 ada 458.678 percakapan dengan konten tentang fitnah atau kampanye hitam.

"Pasangan Jokowi-JK merupakan pasangan  yang paling banyak diserang oleh kampanye hitam. Presentase 74,5% serangan kampanye hitam dan 25,5% kampanye negatif," ujar pendiri PoliticalWave, Jose Rizal, Senin (7/7) pagi.

Beberapa kampanye hitam yang menyerang Jokowi-JK dianalisa sebagai berikut tuduhan beragama Kristen dan keturunan Tionghoa, tuduhan komunis, tuduhan membuat surat penangguhan ke kejaksaan. Serta Capres boneka, Tidak bisa shalat, wudhu dan ngaji, didukung Yahudi/Zionis, akan menghapus sertifikasi guru dan akan menghapus raskin.

Sementara itu, pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa berdasarkan pantauan PoliticalWave, lebih banyak mendapat serangan kampanye negatif. Presentasenya 83,5%, jika dibandingkan kampanye hitam hanya sebesar 16,5%.

"Beberapa topik Kampanye hitam terhadap Prabowo-Hatta yakni Memiliki dua kewarganegaraan, tuduhan psikopat, video pemukulan di KPU, Transaksi saham palsu dan video kampret," lanjut Yose. 

Yose menuturkan, banyaknya kampanye negatif dan hitam yang menyerang dua kandidat menodai pesta demokrasidi Indonesia. Pemilu dinodai oleh oknum-oknum yang menempatkan kepentingan sesaat di atas kerukunan dan stabilitas bangsa.

PoliticalWave memantau percakapan kampanye hitam dan negatif terpantau melalui enam media sosial yakni Twitter, Facebook, Blog, Forum, Online News dan Youtube. Setiap percakapan terkait kedua pasangan pilpres di media-media tersebut dicapture, dikelompokkan dan dianalisa oleh platform PoliticaWave.
"Semua BOT dan akun-akun spammer juga difilter dalam proses ini, sehingga percakapan yang dihitung hanya yang berasal dari netizen asli," tukas Yose.